Langkah ke 8 Sapto Satrio Mulyo Potensi Ubi Jalar di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor - Teras Tenjolaya

Bersama Membangun Kabupaten Bogor

Berbasis Kearifan Lokal

#PolitikTanpaMahar

Potensi Ubi Jalar di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor

No Comments
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI UBI JALAR
DI DESA GUNUNG MALANG KECAMATAN TENJOLAYA
KABUPATEN BOGOR

RINGKASAN
FERRY HERDIMAN. H34050908. Analisis Pendapatan Usahatani Ubi Jalar di Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Skripsi.

Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (Di bawah bimbingan POPONG NURHAYATI).

Pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling mendasar karena berpengaruh terhadap eksistensi dan ketahanan hidup manusia itu sendiri.

Pemenuhan kebutuhan pangan mayoritas penduduk Indonesia masih sangat tergantung pada satu sumber, yaitu beras. Hal ini menimbulkan permasalahan bagi bangsa Indonesia karena jumlah produktivitas beras nasional tidak mampu menutupi kebutuhan pangan penduduk yang semakin hari semakin meningkat.

Diversifikasi pangan dipilih sebagai langkah utama selain waktu yang diperlukan lebih pendek jika dibandingkan dengan program lain, seperti ekstensifikasi dan intensifikasi. Ubi jalar merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang potensial untuk dikembangkan sebagai produk substitusi dari beras. Total luas areal panen ubi jalar di Indonesia pada tahun 2008 mencapai 174.561 Ha dengan tingkat produksi sebesar 1.881.761 ton dan produktivitasnya berkisar pada 10,78 ton per hektarnya. Sentra produksi ubi jalar yang paling banyak memberikan kontribusi produksi terbesar di Indonesia adalah Jawa Barat yaitu sebesar 376.490 ton pada tahun 2008, Kabupaten Bogor merupakan daerah penghasil ubi jalar terbesar ketiga di Jawa Barat setelah Kabupaten Kuningan dan Garut.

Petani ubi jalar di Desa Gunung Malang masih menghadapi permasalahan dalam meningkatkan pendapatan usahatani mereka. Hal ini disebabkan tingkat produktivitas yang sulit ditingkatkan dan harga ubi jalar yang rendah. Petani ubi jalar di Desa Gunung Malang mengandalkan teknik budidaya yang konvensional.

Salah satu upaya yang mungkin dapat dilakukan oleh petani adalah dengan penghematan biaya usahatani, agar penerimaan aktual yang diterima petani dapat lebih tinggi. Dalam usahatani ubi jalar biaya tersebut diantaranya adalah bibit, pupuk, obat-obatan (pestisida), tenaga kerja, dll. Konsep pertanian berbasis organik merupakan salah satu teknologi budidaya yang memungkin adanya upaya penghematan biaya bagi usahatani ubi jalar.

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi keragaan usahatani ubi jalar di Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, (2) Menganalisis pendapatan petani dari usahatani ubi jalar secara konvensional di Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, (3) Menganalisis keuntungan yang diterima oleh petani dari upaya usahatani ubi jalar secara organik di Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor.

Penelitian ini dilakukan di Desa Gunung Malang yang berada di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemilihan lokasi penelitian ini ditentukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Gunung Malang merupakan salah satu sentra produksi dan pengembangan ubi jalar di Kabupaten Bogor. Pelaksanaan penelitian dilakukan selama empat bulan, dari bulan Januari hingga April 2010. Dengan mempertimbangkan sifat heterogenitas petani ubi jalar yang tidak begitu tinggi dari pengamatan di lapangan, jumlah sampel petani yang digunakan adalah sebesar 30 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode Snowball Sampling.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ubi jalar merupakan komoditi pilihan utama usahatani di Desa Gunung Malang. Selanjutnya...


Sumber = https://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/60660/1/H10fhe.pdf
Foto - Istimewa


Dear readers, after reading the Content please ask for advice and to provide constructive feedback Please Write Relevant Comment with Polite Language.Your comments inspired me to continue blogging. Your opinion much more valuable to me. Thank you.

Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal

Sebuah pola kehidupan peninggalan Leluhur kita yang banyak dilupakan. Sejatinya, Kearifan Lokal tidak bertolak belakang dengan Modernisasi, tetapi justru sebagai rel atau pijakan kemana arah Bangsa ini akan berlabuh dengan Sehat

Tenjolaya yang ber-Kearifan Lokal, pasti lebih maju, Sejahtera Aman Tentram

Bogor Sehat (Sejahtera, Aman dan Tentram)